liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Anggaran Aceh Masih Bergantung Transferan dari Pusat

Anggaran Aceh Masih Bergantung Transferan dari Pusat

BANDA ACEH, iNews.id – Alokasi anggaran Provinsi Aceh masih sangat bergantung pada transfer dari pemerintah pusat. Hal itu disampaikan Menteri Dalam Negeri (Kemendagri) Tito Karnavian.

“Proporsi anggaran dari pusat masih besar, pendapatan asli daerah kecil. Artinya belum ada terobosan kreatif dan belanja anggaran lebih banyak digunakan untuk belanja pegawai dan hanya sekitar 20 persen untuk belanja modal,” kata Tito, di Banda Aceh, Jumat (23/12/2022).

Mendagri juga mengatakan, sejak 2008 hingga 2022, Pemerintah mengalokasikan Rp 95 triliun dana otonom khusus untuk Aceh.

Ditambahkannya, minimnya kemampuan fiskal Aceh akan berdampak pada pembangunan Aceh, karena program yang dilaksanakan perlu disesuaikan dengan anggaran yang tersedia.

“Artinya, kalau ada kendala transfer pusat juga akan berdampak, tapi kalau kekuatan fiskal tinggi dan tidak bergantung pada transfer pusat, banyak program yang bisa dilaksanakan,” katanya. .

“Karena uangnya banyak. Aceh merupakan provinsi dengan alokasi anggaran terbesar kelima,” lanjutnya.

Editor: Nur Ichsan Yuniarto

Ikuti iNewsAceh News di Google News

Bagikan Artikel: