liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Desa Mati di Sumatera Utara, Sisakan Rumah Mewah Jadi Horor, ke Mana Warganya? 

Desa Mati di Sumatera Utara, Sisakan Rumah Mewah Jadi Horor, ke Mana Warganya? 

KARO, iNews.id – Desa mati di Sumatera Utara, tepatnya di Desa Berastepu, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) selalu menjadi sorotan. Desa yang terletak di kaki Gunung Sinabung itu kini tidak berpenghuni.

Diketahui, desa ini ditinggalkan oleh penduduknya pada tahun 2013 akibat letusan dahsyat Gunung Sinabung. Kini beberapa bangunan di lokasi tersebut masih berdiri meski terlihat tidak terurus dan ditumbuhi tanaman liar.

Dari data yang dirangkum iNews, Gunung Sinabung kembali meletus pada 2010, tepatnya pada 27 Agustus September. Letusan ini pertama kali terjadi setelah tahun 1600.

Kampung Orang Mati di Sumut, Meninggalkan Rumah Mewah Jadi Horor (Foto: YT/Bucin TV)

Letusan terparah terjadi pada 2013. Letusan disertai awan panas yang menempuh jarak hingga 1,5 kilometer (km). Nyatanya letusan tersebut menciptakan kolom abu setinggi 8000 m di puncak gunung. Kota Medan yang terletak 80 km dari Karo juga terkena dampak abu vulkanik. Warga 21 desa dan 2 dusun di Karo akhirnya mengungsi.

Desa Mati di Sumatera Utara

Sejak erupsi, Gunung Sinabung terpantau aktif. Akibat aktivitas vulkanik tersebut, warga Kampung Berastepu akhirnya memilih mengungsi. Desa yang sudah 9 tahun terbengkalai ini kini menjadi lokasi para youtuber membuat konten horor.

Editor: Nani Suherni

Bagikan Artikel: