liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77

Komplotan Pencuri Truk di Palembang Ditangkap Polisi, Modalnya Cuma Obeng dan Kunci T

Komplotan Pencuri Truk di Palembang Ditangkap Polisi, Modalnya Cuma Obeng dan Kunci T

PALEMBANG, iNews.id – Tiga dari empat pelaku yang berkonspirasi mencuri lori ditangkap oleh Satreskrim Polres Palembang. Ketiga pelaku tersebut adalah M Syahrudin (39), Mustopa (26) dan M Amin (34).

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP Haris Dinzah mengatakan, ada pelaku yang masuk dalam komplotan tersebut hingga kini masih diburu petugas yakni huruf H.

“Geng ini sudah beroperasi di sembilan lokasi di Kota Palembang dan kerap menjual mobil ke luar kota. Uang hasil penjualan mobil digunakan untuk kebutuhan sehari-hari para pelaku,” ujarnya, Jumat (20/1/2023).

Saat pentas, lanjut Haris, keempat aktor tersebut memiliki peran yang berbeda-beda, selalu menggunakan dua buah obeng dan sebuah kunci untuk huruf T.

“Mereka mengambil mobil dengan cara merusak pintu truk kemudian merusak kunci setir, kemudian setelah itu mobil dibawa pergi,” ujarnya.

Menurut Haris, dalam setiap aksinya kelompok maling ini selalu mengincar truk yang ditinggalkan sopirnya.

“Sasarannya adalah lori kosong yang ditinggalkan pengemudi, ada yang parkir di SPBU, tempat makan, atau di pinggir jalan. Mereka beraksi antara pukul 23.00 WIB hingga 03.00 WIB,” ujarnya.

Keempat aktor tersebut juga masing-masing memiliki peran yang berbeda mulai dari joki motor, pengawas situasi, dan eksekutor.

“Para pelakunya adalah Syahrudin dan H yang dieksekusi, kemudian M Amin yang memantau situasi dan Mustopa yang membawa sepeda motor. Kami juga menemukan truk curian yang tidak dijual,” ujarnya.

Editor: Berli Zulkanedi

Ikuti iNewsSumsel News di Google News

Bagikan Artikel: